Saksi Bisu Perjuangan Kapten Kyai Ilyas
Pada 9 April 1949, pasukan Belanda dibantu KNIL dan Cakra melakukan gerakan di Desa Boreng, setelah sebelumnya mendapat informasi mata-mata Belanda bahwa Kyai Ilyas bersama pasukannya berada diwilayah tersebut. Kyai Ilyasyang tekenal tangguh dalam memberikan perlawanan, menjadi salah satu target utama Belanda. Pada waktu itu Belanda menyebut pasukan Hizbullah yang dipimpin Kyai Ilyas dengan sebutan anjing Bolah (pengucapan Belanda untuk Hizbullah). Pangkat Kapten yang disandangnya, setelah Kyai Ilyas beserta pasukan mengikuti pelatihan militer di Malang. Kemudian saat Agresi Belanda II, kapten Kyai Ilyas akhirnya kembali ke Lumajang dan menempati Dukuh Ledok Desa Banjarwaru selama seminggu. Mengetahui pasukan Kapten Kyai Ilyas bertahan disini, pasukan Belanda dengan melibatkan satu Batalyon melakukan pengepungan. Ketika memasuki Desa Babakan, pasukan Belanda sempat dihadang oleh satu regu pasukan Muchtar, anggota pasukan Kompi Kyai Ilyas. Namun karena kekuatan tidak seimbang, akhirnya pasukan ini kewalahan dan sejumlah anggotanya mengalami luka-luka, namun sempat melarikan diri menuju pos pertahanan di Srebet. Mendengar tentara Belanda melakukan penyerangan, pasukan Kyai Ilyas yang berada di Banjarwaru akhirnya disiagakan. Hanya ada satu pilihan bagi pasukan Kyai Ilyas, yakni bertempur, karena seluruh wilayah telah dikepung oleh pasukan Belanda. Pada saat pertempuran, Kyai Ilyas sempat menembak mati seorang tentara Belanda yang menggunakan senjata otomatis. Ketika Kyai Ilyas hendak merampas senjata itu, dari arah belakang tiba-tiba muncul tentara KNIL dan menembak Kyai Ilyas. Mengetahui komandannya terluka sebagian anggota pasukannya berhasil melarikan Kyai Ilyas ke daerah yang lebih aman. Namun karena lukanya cukup parah, akhirnya Kyai Ilyas gugur dalam pertempuran tersebut. Tetapi sebelum meninggal dunia Kyai Ilyas sempat memberikan amanah terakhirnya. Cuplikan kata-kata terakhirnya adalah; Berjuang terus,lawanlah musuh-musuhmu yang sekarang ada disekitarmu. La Illa ha Illallah...Muhammadarrasullallah. Demikian juga korban dari para pejuang, oleh warga desa setempat dimakamkan di sekitar lokasi pertempuran. Ada 11 anggota Kyai Ilyas yang ikut gugur dalam pertempuran di Dusun Ledok Banjarwaru. Setelah beberapa hari, jenazah Kyai Ilyas akhirnya disempurnakan pemakamannya olehKyai Sudja; salah satu anggota pasukan Kompi Kyai Ilyas.Monumen Kapten Kyai Ilyas ,terletak di dusun Banyar Waru , desa Banjar waru,kecamatan lumajang.
Menjadi manusia Lumajang adalah menjadi bagian dari kearifan adat istiadat dan sejarah berdirinya suatu wilayah, termasuk membangun kemampuan serta keinginan untuk mempertahankannya. Salah satu kepentingan yang paling mendasar pada pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Lumajang adalah mengembangkan kemampuan berkumpul untuk mempersatukan ide kreatif yang dapat di kooptasi pada kondisi wilayah yang stagnan.

Komentar
Posting Komentar