Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2017

Re-Post/ Belajar dari Pemilu 2014/ Kumpulan Artikel Pelanggaran Pemilu

Gambar
Oleh  : Erry Abdul Nasir Pelupessy Solidaritas Masyarakat Transparansi Lumajang Chase 1 : Pemilu Legislatif 2014 belum juga sepenuhnya bersih dari praktik politik uang dan manipulasi suara. Rekapitulasi penghitungan suara di tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS), Panitia Pemungutan Suara (PPS), dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) menimbulkan polemik adanya dugaan kecurangan perolehan suara. Modus manipulasi suara pada Pemilu 2014 ini terjadi di internal partai politik. Suara partai politik, suara yang dihasilkan dari pemilih yang mencoblos gambar partai, menjadi sasaran kecurangan. Suara caleg yang tidak mengirimkan saksinya dalam rekapitulasi hasil penghitungan suara di PPS dan PPK juga diincar. Aksi semacam ini terjadi setelah pelaku meyakinkan petugas PPS dan PPK bahwa apa yang dilakukannya merupakan kebijakan internal partai. Kemudian, suara tersebut dialihkan ke caleg tertentu. Djoni Rolindrawan menjadi salah satu korban modus manipulasi suara tersebut....
Gambar
    Psikologi Korupsi BAGI pelakunya, tindakan apa pun, entah itu baik atau buruk, mesti memiliki rasionalitas tersendiri mengapa hal itu dilakukan? Setiap orang ingin mencari pembenaran terhadap apa yang dilakukan dan berdamai dengan dirinya sendiri. Contoh yang terdengar ekstrem adalah pengakuan seorang pelacur. Dia merasa terpaksa melakukannya karena sudah putus asa, tidak mampu mencari penghasilan lain, sementara dia mesti membiayai pendidikan anaknya yang tinggal di kampung bersama neneknya. Dia ingin agar anaknya tumbuh menjadi anak yang pintar dan saleh, rajin sembahyang danmengaji,jangan sampai bergelimang dosa seperti dirinya. Ibunya mencari nafkah dengan melacur sembari berharap (dan yakin) semoga dosa-dosa yang dilakukannya akan diringankan timbangannya di akhirat kelak oleh kesalehan anaknya. Cerita di atas adalah contoh sederhana tentang rasionalitas sebuah tindakan. Bahwa setiap tindakan pasti ada upaya penjelasan dan pembenaran dari pelakunya...
Gambar
JOURNALISME ONLINE Oleh: Erry Abdul Nasir Pelupessy SH Solidaritas Masyarakat Transparansi Lumajang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi dekade terakhir ini telah membawa perubahan besar dalam industri komunikasi yang memungkinkan terjadinya konvergensi media dengan menggabungkan media massa konvensional dengan teknologi komunikasi. Hal ini dapat terlihat pada media cetak besar yang ada di Indonesia memanfaatkan teknologi komunikasi dengan membuat portal berita online. Konvergensi media ini pula melahirkan jurnalisme baru yaitu jurnalisme online. Disamping media komunikasi  yang telah terlebih dahulu akrab dan diterima khalayak seperti media cetak dan media elektronik, media online kini telah menjadi salah satu media komunikasi yang mulai mendapat banyak perhatian dari masyarakat. Keberadaanya juga mulai menjadi favorit bagi seluruh lapisan masyarakat. Online  adalah istilah bahasa dalam internet ...
Gambar
Membangun Kesenian Ludruk Sebagai Pembinaan Kesadaran Bela Negara Dalam  Rangka Mengembangkan Karakter Bangsa Yang Patriotik Oleh : Erry Abdul Nasir Pelupessy SH Solidaritas Masyarakat Transparansi Lumajang (Ludruk Lover’s Indonesia) Dilihat dari struktur kependudukannya, Indonesia merupakan negara besar dengan jumlah penduduk. Hasil sensus Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2010 mencatat, jumlah penduduk Indonesia mencapai 237.6 juta jiwa dengan rata-rata angka pertumbuhan 1.49 dan rata-rata angka kematian 0.4. Dilihat dari aspek etnis, Indonesia termasuk negara yang sangat multi etnik dengan 1340 etnik yang tersebar dari Sabang di Aceh, sampai Merauke di Papua. Demikian pula dari aspek agama dan kepercayaan, Indonesia termasuk masyarakat yang sangat multi religious, dengan enam agama resmi, Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha, dan Kong Hu Chu, dan masih banyak sistem kepercayaan yang berkembang dan menjadi sempalan dari berbagai agama yang ada, tapi tidak ...