Postingan mas Mustafa Husin Baabad ini mencerahkan sekali :
https://www.facebook.com/100000461886363/posts/5264071970284814/
-------
*Spinoza*
(Sebuah terjemahan bebas)
Saya sudah merasakan seperti yg dirasakan oleh Spinoza sejak saya masih kanak-kanak. Silahkan perhatikan tulisan-tulisan saya terdahulu. Ketika kemarin saya mambaca cuplikan tulisan Spinoza, saya sangat terkejut karena langsung terasa ber resonansi dg apa-apa yg telah saya rasakan, sejak saya masih kecil.
Ketika orang bertanya kepada Einstein: “Apakah anda percaya kepada Tuhan?”
Jawabannya selalu: “Ya saya percaya kepada Tuhannya Spinoza”
Baruch de Spinoza adalah seorang fiilosof Belanda yg dianggap sebagai seorang “rasionalist yg hebat” pada abad ke 17.
Spinoza menulis bahwa Tuhan mengatakan:
Berhentilah berdoa dan memohon kepada Ku!
Apa yg aku inginkan kamu wahai manusia lakukan adalah keluarlah!
Nikmatilah hidupmu (dg tanggung jawab), Aku inginkan kalian menyanyi, menari, berolahh raga, bermain musik dan bersenang-senanglah atas semua karunia yg telah aku berikan kepada mu.
Berhentilah pergi ketempat gelap itu (kuil-kuil penyembahan) yg kalian bangun sendiri dan kalian katakana bahwa ini rumahku. Rumah Tuhan?
Rumahku adalah gunung-gunung, hutan, sungai, pantai yg indah, lautan yg luas dan danau-danau. Disanalah Aku berada dan mengungkapkan rasa cintaku kepada kalian!
Berhentilah menyalahkan Aku, Tuhan mu, atas kehidupan mu yg merana; Aku tidak pernah menyalahkan kamu, atau menganggap kamu orang-orang yg penuh dosa, atau mengatakan bahwa rasa cintamu adalah kejahatan. Cinta adalah berkah sebagai cara mengungkapkan kepedulian mu kepada yg lain.
Jangan lagi salahkan Aku atas semua kepercayaan dan apa-apa yg telah ditanamkan kepada mu!
Berhentilah menyebarkan buku-buku yg engkau tulis sendiri sebagai kata-kata Ku, jangan lagi kau katakana itu sebagai barang suci bagi yg lain. Itu semua tidak ada kaitannya dg Ku,
Bila engkau ingin mendengar perkataan Ku, lihatlah dia dalam sinar pagi yg indah, lihatlah dia sebagai bentangan alam yg luas, lihatlah dia dalam hembusan angin yg sejuk, rasakanlah dia dalam keindahan keheningan yg damai, dengarkanlah bemerisik daun yg menenangkan, lihatlah dalam cahaya mata teman-teman, sanak kerabat, dan anak-anak mu!
Satu kepastian adalah; kamu tidak akan menemukan Aku didalam buku mu.
Berhentilah berusaha mengatur aku dg doa mu seakan-akan Aku tidak tahu apa yg harus aku kerjakan!
“Apakah kalian akan terus berusaha mengajari Ku untuk menunaikan tugas Ku?”
Berhentilah ketakutan apalagi terus menyebarkan rasa takut kepada Ku!
Aku tidak pernah menuduh, mengkritik atau marah kepada mu. Aku tidak peduli dg itu semua, Aku adalah “Rasa Cinta yg Murni”
Berhentilah melakukan kesalahan, menganiaya manusia lain dan meminta ampun kepada Ku.
Berhentilah memohon ampunan secara terus menerus kepada Ku, tidak ada yg perlu aku maafkan. Aku telah menciptakan mu dg semua keterbatasan, semua perasaan, kegembiraan, kebutuhan, keraguan dan …. Kehendak bebas.
Bagaimana Aku akan menyalahkan mu atas segala apa-apa yg telah aku ciptakan dan berada di dalam diri mu?
Apakah kalian fikir Aku akan menciptakan tempat untuk membakar semua ciptaan yg Aku cintai untuk selama-lamanya?
Hanya karena mereka tergelincir dan mengikuti apa-apa yg telah aku tanamkan dalam dirinya? Membakar mereka untuk selama-lamanya? Kalau memang begitu, Tuhan macam apa Aku ini?
"Hargailah teman-teman dan sanak kerabatmu. Jangan pernah melakukan apa-apa yg engkau tidak ingin orang lain melakukannya kepada mu!"
Satu-satunya yg aku inginkan adalah: perhatikan hidup mu, dengarkan bisikan nuranimu! Lewat situlah Aku memberi petunjuk!
Ciptaan yg Aku kasihi, hidup ini bukan ujian, bukan jalan setapak, bukan sebuah drama, dan bukanlah jalan awal agar masuk Syurga. Hidup ini adalah satu-satunya, disini, saat ini dan itulah yg sesungguhnya kalian perlukan.
Aku telah memberikan kebebasan sepenuhnya kepada mu, tidak ada hadiah atau hukuman, tidak ada dosa maupun fahala, tidak ada orang yg sudah ditandai sebagai ahli Syurga atau ahli Neraka. Nikmatilah, bersyukurlah dan lakukanlah yg terbaik.
Dengan kehidupan ini, kalian sepenuhnya bebas untuk “menciptakan” syurga ataupun neraka kalian sendiri.
Kalian sepenuhnya bebas menciptakan syurga maupun neraka kalian sendiri.
Aku tidak ingin memberi tahu kalian, apakah kehidupan sesudah mati itu ada atau tidak, tetapi, biarlah aku memberikan sebuah saran; hiduplah seakan akan tidak ada kehidupan setelah mati agar kalian lebih menghargai dan berhati hati terhadap hidup yg sedang kalian jalani. Karena ini satu-satunya kesempatan, maka nikmatilah, berkaryalah, sebarkanlah rasa cinta dan saling menyayangi dan wujudkanlah semua kebaikan dalam hidup ini.
Jadi, kalau nanti tidak ada apa-apa lagi, maka kalian telah menggunakan kesempatan yg telah Aku berikan itu dg sebaik-baiknya. Kalau ternyata nanti ada lagi kehidupan, Aku hanya akan bertanya: “Apakah kalian berbahagia? Apa yg engkau lakukan dg baik disana? Apa yg engaku pelajari? Apa yg engkau tinggalkan bagi mereka yg akan datang sesudah kalian?”
Berhentilah berprasangka terhadap Ku!
Berhentilah menebak-nebak tentang Aku!
Berhentilah membayangkan diri Ku!
Mulailah membangun kepercayaan terhadap diri mu sendiri!
Aku ingin engkau merasakan kehadiran Ku ketika engkau memeluk kekasih hati mu.
Aku ingin engkau merasakan kehadiran Ku ketika engkau menyayangi anak dan keluarga mu!
Aku ingin engkau merasakan kehadiranku ketika engkau menyayangi hewan atau tumbuhan kesayangan mu!
Aku ingin engkau merasakan kehadiran Ku ketika engkau menikmati keindahan alam disekitar mu!
Tidak perlu engkau menghabiskan waktu mu yg sangat singkat untuk memuji muji diri Ku!
Tuhan gila hormat semacam apa kalian fikir diri Ku?
Aku bosan dipuji-puji.
Bila engkau bersyukur, maka tunjukkanlah rasa syukur dan kebahagian mu itu dg peduli terhadap sesama, pedulikan kesehatan diri mu, perhatikan dan rawat hubungan mu dg sesama dan terhadap dunia tempat kamu tinggal.
Begitulah cara engkau memuja diri Ku!
Berhentilah membuat rumit persoalan yg ada dan menjadi burung beo yg hanya mengulang-ulang yg apa-apa katanya aku ajarkan!
Berhentilah menyebar gambaran yg salah tentang diri Ku yg hanya lahir dari fikiran dan nafsu mu sendiri.
Apalagi yg kalian inginkan?
Keajaiban?
Hidup itu sendiri sangatlah ajaib.
Keterangan?
Alam diseleliling mu dan bisikan halus dari hati nuranimu itu sendiri sudah merupakan petunjuk yg sangat jelas.
Satu-satunya kepastian adalah kamu hidup disini, sekarang dan kehidupan ini penuh dengan keajaiban untuk di kagumi dan dipelajari.
(Terjemahan bebas dari Spinoza)
Apa-apa yg ditulis oleh Spinoza tidak seperti ajaran agama.
Memang agama sekali-sekali memberi kecerahan dan harapan, tetapi disaat yg lain juga membingungkan, terasa ada yg aneh, tidak sesuai dg fitrah manusia. Bahkan lebih sering terlihat penuh kebencian dan semangat menghancurkan. Nyaris, tidak ada semangat membangun. Yang ada adalah semangat menguasai. Bukan semangat memerdekakan, tetapi keinginan mencengkeram. Tidak punya arah yg jelas, kering dan tanpa sentuhan cinta.
Meskipun mereka selalu mengumandangkan cinta damai, tetapi kenyataan yg kita lihat penuh permusuhan dg yg lain, bahkan dg sesamanya yg mempunyai sedikit perbedaan mereka bermusuhan. Kemana-mana yg dikobarkan perang dan kehancuran. Memang mengerikan ketika otak manusia bila sudah di kuasai oleh hawa nafsu serakah, yg bahkan oleh agama bukan hanya keserakahan saat ini saja tetapi keserakahan untuk selama-lamanya.
Lebih parah lagi karena mensyaratkan ketaatan mutlak dan tidak memberi ruang kepada akal sehat dan hati nurani, maka agama sangat mudah disalah gunakan untuk meraih kekuasaan dan harta. (Memang selalu saja niatnya nanti harta dan kekuasaan itu untuk menyebarkan kebaikan, tetapi itu katanya, dan katanya. Realita yg terlihat tidak begitu)
Saya sungguh sangat bergembira ketika ada orang lain, dari zaman yg lain dari suku bangsa yg lain menyuarakan sesuatu yg langsung bergaung di hati saya. Itulah pentingnya “membaca” sehingga saat ini, kita bisa belajar dari berbagai zaman dan berbagai bangsa bisa memahami dan terus menyempurnakan gagasan - gagasannya.
Saya jadi mengerti mengapa kebanyak tokoh agama yg sudah baca Spinoza sangat membenci dia, karena Spinoza ingin membebaskan manusia agar menjalani hidup dg lebih bertanggung jawab, sementara tokoh agama ingin menguasai para pengikutnya.
Komentar
Posting Komentar