Hingar bingarnya pemberitaan media tentang Pemilu 2024 mendatang, tentunya tidak serta merta mengurangi semangat para penegak hukum di jajaran Kejaksaan Negeri Lumajang untuk terus melakukan penyelidikan terkait korupsi pengadaan bibit pisang dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang telah dianggap cukup untuk dilakukan pemanggilan dan penahanan terhadap para pengkhianat pelaku korupsi anggaran negara tersebut.
Di tempat yang berbeda, Direktur Investigasi Masyarakat Transparansi Indonesia, Ery Abd Nasir Pelupessy SH MH LiC; yang pada saat yang sama juga berkegiatan membenih-gandakan bibit, re-konfigurasi tanam-rawat-panen dan menginisiasi pengembangan laboratorium pertanian dan perkebunan tingkat madya (komoditas pisang) di desa yang terintegrasi dengan lembaga pendidikan serta lembaga keuangan mikro dalam lintas giat Kementerian Pertahanan dan Ormas Formasy Praja Nusantara bekerjasama dengan Universitas Muhammadyah Malang dan Sekolah Tani Muda Senduro seta Kelompok Tani Modern PDR4.0 (Petani Digital Revolusioner4.0) Lumajang dengan melakukan upaya konstruktif sistematis dalam usaha mengembangkan kemampuan menciptakan alat kerja efisien, inisiatif permodalan dan asuransi pertanian serta aktivasi Resi Gudang secara komprehensif sehingga dapat memberikan daya dukung maksimal dalam Pembangunan Berkelanjutan di bidang produksi tanaman pertanian/perkebunan di Lumajang
Inisiatif pengadaan bibit pisang tersebut dikelola dalam kegiatan sistemik dan koordinatif dengan stake holder terkait pada titik giat Desa Senduro, kegiatan ini kami namakan SPOeL_2020 (Sedjoeta Pisang Oentoek Loemadjang) 2020 agar dapat membangun brand image yang baik dan kontruktif dalam tata kelola niaga pisang di kawasan Lumajang dan sekitar, kata Erik di Situbondo kemarin.
Ada empat kegiatan pengadaan barang dalam.program Kementerian Pertanian yang sedang diperiksa Kejaksaan itu diantaranya adalah pengadaan alat pemotong rumput senilai Rp 373.177.000." yang memenangkan lelang ini cv.Agrotek Niaga Mandiri,"
Yang berikutnya pengadaan bibit/benih pisang mas kirana senilai Rp 1.424.212.000, yang dimenangkan cv. Qaisara MA dari surabaya." ini aneh rekanan dari Surabaya malah jadi pemasok bibit pisang,"
Pemerintah Kabupaten Lumajang juga memberikan alat pembrongsong pisang mas, yang nilainya Rp 779.479.200 ." pengadaan ini dimenangkan Cv.Duta Daud, " terangnya.
Cukup mengherankan dan menyedihkan apa yang dilakukan mereka itu, kami seluruh komponen pendukung giat SPOeL_2020 (Sedjoeta Pisang Oentoek Loemadjang) yang bekerja dan mengabdi kepada rakyat tanpa pamrih menganggap mereka adalah pengkhianat bangsa, ditengah kesulitan dan keruwetan bangsa ini mereka tega merampok, kata Erik menutup pembicaraan (ery)
Komentar
Posting Komentar