Ijen Geopark, Untuk Siapa?
IJEN GEOPARK, BAGI HASIL SETENGAH HATI
27 Januari 2021
Masyarakat Transparansi Indonesia|Bondowoso,
Kerjasama antara Pemkab Bondowoso dan Pemkab Banyuwangi berbuah manis. Simulasi skoring awal Ijen Geopark mencapai nilai hampir 800.
Anggota Badan Pengurus Harian Ijen Geopark Disparpora Bondowoso, Ahmad Sofyan mengatakan dengan hasil itu, pihaknya optimistis Ijen Geopark didapuk masuk UNESCO Global Geopark (UGG). Sebab, nilai mendekati 800 terbilang tinggi.
"Kami yakin nilai memuaskan itu membuat Ijen Geopark lolos verifikasi UNESCO," katanya
Ia mengungkapkan, saat ini data tiap unsur Geopark yakni Geological Site, Biological Site, dan Culture Site antara Bondowoso dan Banyuwangi sudah satu kesatuan.
Sehingga kolaborasi kekayaan dari tiap unsur Geopark kedua Kabupaten di ujung Timur pulau Jawa itu bisa membuat hasil penilaian meroket.
"Pemerintah Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Banyuwangi saling mendukung Ijen Geopark. Data unsur Geopark sudah tunggal atau digabungkan, ini bisa meningkatkan nilai," ungkapnya.
Saat ini pengajuan Ijen Geopark sudah menapaki tahap penyusunan proposal. Setelah tahap proposal tuntas, pihak Evaluator dari UNESCO bakal mendatangi wilayah Ijen Geopark.
"Mereka bakal mengevaluasi dan membuktikan langsung di lapangan data tiap unsur Geopark di Ijen Geopark yang ditulis dalam proposal," terangnya.
Di Bondowoso ada 3 Kecamatan yang masuk Ijen Geopark, yakni Kecamatan Ijen, Kecamatan Cermee, dan Kecamatan Sumberwringin.
Daftar unsur Geological Site di Bondowoso di antarnya, Kawah Ijen/blue fire, Kawah Wurung, Kalipait, Kompleks Mata Air Blawan, Lava Blawan, Air Terjun Gentongan, Lava Basaltis Plalangan, Dinding Kaldera Puncak Megasari, dan Batu So'on Solor.
Agus Hariyadi, Wakil Ketua Bidang Wasantara Dewan Majelis Nasional FPN mengatakan bahwa Ijen Geopark adalah sebuah ketimpangan tata kelola kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bondowoso. Karena tidak menyentuh kebutuhan serta seiring dengan langkah kegiatan masyarakat Bondowoso khususnya di Sumber Wringin akan kebutuhan penghidupan yang layak dalam hal pertanian dan perkebunan.
Pria yang akrab dipanggil Cak Agus ini juga sedang menggagas kegiatan penyediaan bahan pangan non beras; Singkong dalam lingkup giat MSI (Masyarakat Singkong Indonesia) yang bersinergi dengan kegiatan Dewan Majelis Nasional FPN tentang "Kebutuhan Logistik Cadangan Darurat bagi Pasukan" yang sejalan dengan kebijakan Kementrian Pertahanan "NKRI Defence Road Map" 2021.(ery)
Komentar
Posting Komentar