E. Pelupessy: Pengembangan Potensi Aneka Tanaman Dapat Menjaga Ketahanan Dan Kedaulatan Pangan
Masyarakat Transparansi Indonesia, Jakarta – Badan Pangan Nasional (BAPANAS)/ National Food Agency (NFA) terus menggairahkan pengembangan potensi pangan lokal menjadi salah satu pangan alternatif sebagai solusi mengata CVsi krisis pangan yang tengah melanda dunia saat ini.
Tanam-tanaman yang bermanfaat untuk pangan termasuk talas terus menjadi concern pemerintah.
Semua jenis pangan lokal yang ada dikembangkan sedemikian rupa agar mampu mendukung ketahanan pangan dan hingga ekspor, salah satunya talas dan produk turunannya.
Koordinator Petani Digital Revolusioner4.0 E A N Pelupessy, L.iC mengatakan terdapat berbagai penelitian yang membuktikan bahwa talas tidak saja bisa menjadi bahan pangan alternatif yang mengandung protein dan kalori tinggi tapi memiliki kandungan karbohidrat dan gula yang rendah.
Dengan begitu, talas aman dikonsumsi, khususnya untuk penderita diabetes.
“Pangsa pasar talas di Jepang, Korea dan tentunya potensi pasar dalam negeri pun sangat menjanjikan,” kata Erik. Beberapa unit kerja yang berada dalam lintas kegiatan kerjasama antar lembaga di daerah sudah mulai melirik potensi pasar Jepang dan Korea yang cukup terbuka ini, namun daya dukung pemerintah dalam hal kurasi dan kontrol kualitas bahan pangan sangat kurang. Kami berupaya melakukan inisiasi project untuk ini, sebab biaya laboratorium dan penelitian lanjutan untuk pengembangan kemampuan analisa Phytosanitari pada petani umumnya minor.
Tanam-tanaman yang bermanfaat untuk pangan termasuk talas terus menjadi concern pemerintah.
Semua jenis pangan lokal yang ada dikembangkan sedemikian rupa agar mampu mendukung ketahanan pangan dan hingga ekspor, salah satunya talas dan produk turunannya.
Koordinator Petani Digital Revolusioner4.0 E A N Pelupessy, L.iC mengatakan terdapat berbagai penelitian yang membuktikan bahwa talas tidak saja bisa menjadi bahan pangan alternatif yang mengandung protein dan kalori tinggi tapi memiliki kandungan karbohidrat dan gula yang rendah.
Dengan begitu, talas aman dikonsumsi, khususnya untuk penderita diabetes.
“Pangsa pasar talas di Jepang, Korea dan tentunya potensi pasar dalam negeri pun sangat menjanjikan,” kata Erik. Beberapa unit kerja yang berada dalam lintas kegiatan kerjasama antar lembaga di daerah sudah mulai melirik potensi pasar Jepang dan Korea yang cukup terbuka ini, namun daya dukung pemerintah dalam hal kurasi dan kontrol kualitas bahan pangan sangat kurang. Kami berupaya melakukan inisiasi project untuk ini, sebab biaya laboratorium dan penelitian lanjutan untuk pengembangan kemampuan analisa Phytosanitari pada petani umumnya minor.
Oleh karena itu, PDR4.0 sangat mengapresiasi BAPANAS/NFA yang menggelar Bimbingan Teknis dan Sosialisasi (BTS) Propaktani episode ke-609 dengan tema “Aneka Jenis Talas dan Olahannya, Peluang Pasar Dalam dan Luar Negeri”.
Salah satu pegiat talas, Subagja menyebutkan terdapat tiga jenis talas yang dikembangkan yaitu talas suriname, talas pratama, dan talas belitung/ mbote/ kimpul.
Ketiga talas tersebut dapat diolah menjadi beragam produk diantaranya yaitu tepung, mie instant, beras talas, tembakau daun talas, dan pelet pelepah talas. (bersambung)
Salah satu pegiat talas, Subagja menyebutkan terdapat tiga jenis talas yang dikembangkan yaitu talas suriname, talas pratama, dan talas belitung/ mbote/ kimpul.
Ketiga talas tersebut dapat diolah menjadi beragam produk diantaranya yaitu tepung, mie instant, beras talas, tembakau daun talas, dan pelet pelepah talas. (bersambung)

Komentar
Posting Komentar